MANAJEMEN MEREK
TREN ARSITEKTUR BRAND
oleh : sarman . unj
Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong perusahaan untuk lebih memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan baik berupa kualitas maupun pelayanan kepada konsumen.
Hasil produksi dari suatu perusahaan pasti mempunyai identitas untuk membedakan dengan produk dari perusahaan lainnya. Identitas disini lebih dikenal dengan merek atau brand. Disini merek berperan sebagai tanda, simbol, ataupun istilah yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari perusahaan untuk membedakan dari produk pesaing. Peran merek (brand) sangat penting untuk dapat dikenal oleh konsumen.
Dewasa ini, konsumen dihadapkan pada pilihan produk yang sangat banyak dan membingungkan. Produk maupun jasa tersebut mempunyai merek yang beraneka ragam. Sebagai contoh konkret misalnya ketika hendak membeli satu jenis barang atau penyedia layanan jasa, merek cenderung menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan. Karena dengan merek inilah konsumen dapat memilih dan membedakan dan selanjutnya melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk.
Di tengah pasar yang kian kompetitif seperti sekarang ini begitu banyak merek muncul dari satu jenis barang yang sama. Melalui merek (brand) perusahaan ingin mengomunikasikan kepada konsumen tentang keberadaan mereka. Melalui merek ini pula maka konsumen dapat melakukan keputusan pembelian berdasarkan selera pilihan mereka dan kesetiaan mereka pada satu merek tertentu.
Apakah trend arsitektur memengaruhi kekuatan sebuah merek?
Salah satu strategi perusahaan dalam memenangkan pasar sasaran dan mendapatkan tempat di hati konsumen adalah dengan memberikan merek pada produk barang atau jasa mereka. Melalui artikel tersebut kita akan mengulas “Trend dalam pembuatan suatu merek (brand)”.
Meluncurkan suatu produk kemudian memberikan merek bagi produk tersebut adalah strategi pemasaran yang logis. Karena dengan merek konsumen dapat memilih dan membedakan pilihan produk yang mereka inginkan. Meskipun biaya untuk memberikan brand pada suatu produk tidak murah tapi perusahaan tetap melakukannya. Karena dengan brand suatu perusahaan akan dapat berdiri kokoh dan mempunyai kekuatan bersaing. Yang harus diperhatikan dalam pemberian brand ini adalah tantangan dan kemampuan perusahaan untuk menunjukkan bahwa merek merupakan simbol dan identitas yang kompleks. Tantangan dalam pemberian merek adalah untuk memberikan pengertian yang mendalam kepada konsumen atas merek tersebut.
Pemberian brand pada perusahaan yang berpusat pada citra merek perusahaan yang berakar pada produk/jasa mereka punya risiko dianggap ketinggalan zaman. Sebagai contoh seperti yang tertulis dalam artikel adalah kodak. Kodak diasosiasikan sebagai fotografi tradisional sehingga menghadapi masa yang lebih sulit untuk berkompetisi di arena digital. Sebaliknya, merek Sony mempunyai kekuatan untuk memasuki pasar tersebut. Disini dapat diartikan bahwa perusahaan yang telah mempunyai brand yang sangat kuat dan mengakar karena konsumen telah mengenal merek tersebut cukup lama, dapat mengalami kesulitan dalam Menembus pasar yang baru. Hal ini dikarenakan citra perusahaan Kodak sudah melekat dengan teknologi fotografi tradisional.
Citra perusahaan akan memiliki definisi yang terlalu sempit atau sangat terbatas untuk merangkul jalur bisnis yang baru. Seperti contoh dalam artikel, “contoh Kellog yang telah lama diasosiasikan dengan produk makanan sereal, atau Campbel yang dikenal luas dengan produk supnya”. Akan sulit untuk Kellog maupun Campbel untuk membidik pasar yang baru, karena seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa mereka mempunyai brand yang mengakar kuat.
Tidak semua merek yang telah memiliki brand yang kuat dapat digunakan sebagai merek suatu produk baru. Contoh konkret di Indonesia adalah merek Indomie yang sudah diasosiasikan secara kuat oleh konsumen sebagai mie instan. Penggunaan merek untuk produk diluar mie instan adalah sangat sulit. Apa jadinya kalau minuman the dengan merek Indomie? Pasti akan sulit berhasil, bahkan mungkin akan merusak Citra yang sudah ada.
Apabila suatu merek mempunyai asosiasi yang kuat dengan benefit suatu produk, merek tersebut mempunyai potensi yang relatif besar untuk dipakai oleh produk baru tanpa merusak citra. Sebagai contoh, Tropicana Slim dapat dipakai sebagai merek untuk semua makanan dan minuman yang rendah kalori atau bebas gula tanpa merusak citra yang sudah ada. Bahkan mungkin memperkuat citra tersebut. Dibandingkan dengan merek yang berasosiasi dengan suatu atributnya mempunyai peluang lebih besar untuk digunakan oleh produk lain.
Secara keseluruhan menjaga sebuah brand tetap relevan sangat penting untuk sukses, termasuk mempertahankan diferensiasi yang jelas dan juga diperlukan kreativitas dari perusahaan dan memiliki visi tentang arah brand mereka. Karena dengan brand perusahaan dapat menentukan keberhasilan mengintegrasikan aspek komunikasi pemasaran kepada konsumen. Jika merek tersebut sudah melekat di hati konsumen, maka konsumen tersebut tidak akan ragu untuk memilih suatu produk karena konsumen tersebut sudah mempunyai pegangan tentang merek dan produk yang akan dibelinya.
Keputusan dalam pemberian brand suatu perusahaan harus memperhitungkan banyak faktor, misalnya pendekatan yang berpusat pada citra perusahaan maupun trend baru dalam dunia marketing. Untuk membangun suatu identitas merek diperlukan keterpaduan antara promosi, iklan maupun hubungan dengan konsumen. Oleh karena itu keberhasilan pembuatan brand sangat menentukan posisi perusahaan dengan produknya terhadap konsumen. Karena merek tersebut akan menjadi sarana komunikasi dan marketing maka kita harus melihat hubungan yang sinergik antara produk dan brand.
Tuesday, June 19, 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)